Psikologis
kognitif berkenaan dengan proses belajar, berpikir, dan mengetahui. Kemampuan
kognitif merupakan kelompok ketrampilan mental yang esensial pada fungsi-fungsi
kemanusiaan. Melalui kemampuan kognitif tersebut memungkinkan manusia
mengetahui, menyadari, mengerti, menggunakan abstraksi, menalar, membas, dan
menjadi kreatif. Suatu analisis tentang sifat kognitif merupakan hal yang
sangat penting untuk memahami kesulitan belajar. Salah satu teori psikologi
kognitif yang membahas kesulitan belajar adalah teori pemrosesan psikologi.
Proses
psikologis merupakan kemampuan dalam persepsi, bahasa, ingatan, perhatian,
pembentukan konsep, pemecahan masalah, dan sebagainya (Lerner, 1988: 177).
Imp;ikasi teori gangguan pemrosesan adalah bahwa kekurangan atau adanya
gangguan dalam proses kognitif tersebut merupakan keterbatasan intrinsic yang
dapat mengganggu proses belajar anak. Teori kematangan memandang bahwa gangguan
tersebut sebagai suatu kekurangan kesiapan, namun teori pemrosesan psikologi
memandang lebih jauh dengan mendorong para guru untuk membantu anak
mengembangkan kemampuan-kemampuan praakademik yang diperlukan untuk belajar
akademik(Kirk seperti yang dikutip Lerner, 1988 : 178)
Teori pemrosesan
psikologis menganggap bahwa tiap anak berbeda dalam kemampuan mental yang
mendasari mereka memroses dan menggunakan informasi, dan bahwa perbedaan
tersebut mempengaruhi proses belajar anak. Kesulitan belajar dapat terjadi
karena adanya kekurangan dalam fungsi pemrosesan psikologis. Dalam kegiatan
pembelajaran, teori pemrosesan psilologis menyarankan agar setelah guru
melakukan diagnosis kemampuan dan ketidakmampuan pemrosesan psilologis anak
melalui observasi atau tes, mereka perlu membuat preskripsi atau “resep” metode
pengajaran yang sesuai. Menurut Lerner ( 1988: 178) ada tiga rancangan pembelajaran
yang berbeda yang berasal daari teori ini.
a.
Melatih proses yang
kurang
Kegunaannya untuk
membantu anak membangun dan mengembangkan berbagai fungsi pemrosesan yang lemah
melalui latihan.
b.
Mengajar melalui proses
yang disukai
Pendekatan ini
menggunakan modalitas kekuatan anak sebagai dasar strategi pembelajaran anak.
Metode ini oleh Lerner (1988; 178) disebut aptitude-treatment-interaction
c.
Pendekatan kombinasi
Ini merupakan kombinasi
dari kedua pendekatan sebelumnya. Alasannya, guru tidak hanya menekankan paada
kekuatan pemrosesan tetapi juga secara bersamaan memperkuat pemrosesan yang
lemah. Konsep ini juga memungkinkan guru berupaya mengajar anak berkesulitan
belajar meskipun untuk itu guru harus bekerja keras.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar