Kamis, 31 Mei 2012

Aspek Psikologi Kognitif dari Kesulitan Belajar



Psikologis kognitif berkenaan dengan proses belajar, berpikir, dan mengetahui. Kemampuan kognitif merupakan kelompok ketrampilan mental yang esensial pada fungsi-fungsi kemanusiaan. Melalui kemampuan kognitif tersebut memungkinkan manusia mengetahui, menyadari, mengerti, menggunakan abstraksi, menalar, membas, dan menjadi kreatif. Suatu analisis tentang sifat kognitif merupakan hal yang sangat penting untuk memahami kesulitan belajar. Salah satu teori psikologi kognitif yang membahas kesulitan belajar adalah teori pemrosesan psikologi.
Proses psikologis merupakan kemampuan dalam persepsi, bahasa, ingatan, perhatian, pembentukan konsep, pemecahan masalah, dan sebagainya (Lerner, 1988: 177). Imp;ikasi teori gangguan pemrosesan adalah bahwa kekurangan atau adanya gangguan dalam proses kognitif tersebut merupakan keterbatasan intrinsic yang dapat mengganggu proses belajar anak. Teori kematangan memandang bahwa gangguan tersebut sebagai suatu kekurangan kesiapan, namun teori pemrosesan psikologi memandang lebih jauh dengan mendorong para guru untuk membantu anak mengembangkan kemampuan-kemampuan praakademik yang diperlukan untuk belajar akademik(Kirk seperti yang dikutip Lerner, 1988 : 178)
Teori pemrosesan psikologis menganggap bahwa tiap anak berbeda dalam kemampuan mental yang mendasari mereka memroses dan menggunakan informasi, dan bahwa perbedaan tersebut mempengaruhi proses belajar anak. Kesulitan belajar dapat terjadi karena adanya kekurangan dalam fungsi pemrosesan psikologis. Dalam kegiatan pembelajaran, teori pemrosesan psilologis menyarankan agar setelah guru melakukan diagnosis kemampuan dan ketidakmampuan pemrosesan psilologis anak melalui observasi atau tes, mereka perlu membuat preskripsi atau “resep” metode pengajaran yang sesuai. Menurut Lerner ( 1988: 178) ada tiga rancangan pembelajaran yang berbeda yang berasal daari teori ini.
a.       Melatih proses yang kurang
Kegunaannya untuk membantu anak membangun dan mengembangkan berbagai fungsi pemrosesan yang lemah melalui latihan.
b.      Mengajar melalui proses yang disukai
Pendekatan ini menggunakan modalitas kekuatan anak sebagai dasar strategi pembelajaran anak. Metode ini oleh Lerner (1988; 178) disebut aptitude-treatment-interaction
c.       Pendekatan kombinasi
Ini merupakan kombinasi dari kedua pendekatan sebelumnya. Alasannya, guru tidak hanya menekankan paada kekuatan pemrosesan tetapi juga secara bersamaan memperkuat pemrosesan yang lemah. Konsep ini juga memungkinkan guru berupaya mengajar anak berkesulitan belajar meskipun untuk itu guru harus bekerja keras.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar