Kamis, 13 September 2012

MEMBANGUN KEMANDIRIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)


Anak berkebutuhan khusus adalah seseorang yang mengalami/memiliki hambatan secara signifikan (psikis,social,fisik) didalam pertumbuhan dan perkembangan sehingga memerlukan layanan khusus. Jadi individu yang tergolong berkebutuhan khusus membutuhkan pelayanan dan perhatian khusus yang sesuai disbanding anal-anak normal.
Ada beberapa aspek penyimpanan antara lain:                                                                                     
1.        Penyimpangan dari aspek fisik
·          Tuna netra
·          Tuna rungu
·          Tuna wicara
·          Tuna daksa
2.        Penyimpangan dari aspek psikis
·          Upper (diatas normal)
·          Lower (dibawah normal/tuna grahita)
·          Lambat belajar
·          Anak berkesulitan belajar
3.        Penyimpangan dari aspek social
·          Tuna laras

a.       Penyimpangan perilaku

b.      Penyimpangan emosi


Untuk membangun kemandirian ABK cara yang paling bagus yaitu dengan Rehabilitasi. Pengertian dari rehabilitasi adalah suatu proses bantuan yang diberikan kepada penyandang cacat atau ABK baik medic, social, keterampilan, dan pendidikan. Proses rehabilitasi tidak cukup sekali dan mempunyai batas waktu.
Peran dari provider (orang yang merehabilitasi) besar diawal program sedangkan peran klien (orang yang direhabilitasi) kecil diawal program. Sebaliknya peran provider kecil diakhir program sedangkan peran klien besar diakhir program. Maksud dari semua itu adalah seorang yang berkebutuhan diawal program rehabilitasi sangat masih membutuhkan peran dari orang yang merehabilitasi, jadi seorang provider lebih dominan disini. Dan diakhir program seorang yang berkebutuhan sudah harus dituntut kemandiriannya dan perannya lebih dominan didisini dibandingkan seorang provider. Jika seorang penyandang cacat sudah bisa mandiri, bantuan akan berkurang, dan lama kelamaan sudah tidak dibantu.


Tujuan dari rehabilitasi adalah agar penyandang cacat dapat melakukan fungsi sosialnya secara wajar dan berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
Ada beberapa fungsi layanan rehabiitasi:
1.      Pencegahan
Dengan rehabilitasi penyandang cacat diharapkan tidak ada cacat lagi (mendapat kelainan baru).

2.      Penyembuhan
Dengan fungsi ini diharapkan ada penyembuhan-penyembuhan tertentu bagi penyandang cacat.

3.      Pengembalian fungsi
Seorang yang dulunya mampu menjadi tidak mampu direhabilitasi sampai sampai mampu kembali.

4.      Pemeliharaan
Fungsi ini digunakan sesudah pengembalian fungsi, jika seorang sudah mampu mengembalikan kemampuannya harus dijaga agar ketidakmampuannya itu tidak lagi.


                Demi keberhasilan dari rehabilitasi harus memperhatikan komponen-komponen rehabilitasi, karena setiap komponen dari rehabilitasi saling berkaitan. Komponen-komponen itu antara lain:
1.        Perencanaan
2.        Pelaksanaan
3.        Evaluasi
4.        Bimbingan lanjut

Dengan rehabilitasi diharapkan seorang penyandang cacat dapat menuju kemandiriannya dan berguna baik dari sisi ekonomi, social, dan tanggung jawabnya sebagai warga negara.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar