Rabu, 30 Mei 2012

Aspek Psikologi behavioral dari Kesulitan Belajar

Psikologi behavioral memberikan sumbangan teori-teori penting untuk mengajar anak berkesulitan belajar.Pusat perhatian teori ini pada tugas-tugas yang diajarkan dan analisis perilaku yang dibutuhkan untuk mempelajari tugas-tugas tersebut. Pembelajaran yang bertolak belakang dari teori ini kadang –kadang disebut pembelajaran langsung(direct instruction),tetapi ada yg menyebut belajar tuntas (mastery learning), pengajaran terarah (directed teaching), analisis tugas, atau pengajaran ketrampilan berurutan (sequential skills teaching). Suatu rekomendasi dari teori ini adalah guru hendaknya lebih memusatkan perhatian pada ketrampilan-ketrampilan akademik yang diperlukan oleh anak dar pada memusatkan pada kekurangan yang menghambat anak untuk belajar.

a. Analisis Perilaku dan Pembelajaran Langsung
Teori-teori behavioral menghendaki agar guru menganalisis tugas-tugas akademik yang berkenaan dengan berbagai ketrampilan yang mendasari penyelesaian tugas-tugas tersebut.Pembelajaran merupakan pemberian bantuan kepada anak untuk menguasai berbagai subketrampilan yang belum dikuasai.
Dalam pembelajaran langsung suatu perilaku akhir (terminal behavior) yang diharapkan dari anak dianalisis sehingga menjadi rangkaian tugas-tugas (task) yang berurutan. Berdasarkan analisis tugas ( task analysis) tersebut guru melakukan evaluasi terhadap anak untuk menentukan tugas-tugas yang belum dikuasai dan selanjutnya mengajarkan tugas-tugas yang belum dikuasai tersebut pada anak.Setelah anak dinilai mampu memperlihatkan semua perilaku seperti yang dituntut dalam analisis tugas,semua perilaku tersebut diintregasikan sehingga perilaku akhir yang diharapkan dapat dicapai. Ada tujuh langkah pembelajaran langsung menurut Lerner (1988: 175) perlu diikuti:
1) Merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai anak
2) Menganalis tujuan pembelajaran ke dalam tugas-tugas khusus
3) Menyusun tugas-tugas khusus tersebut ke dalam suatu urutan yang logis
4) Menentukan tugas-tugas yang telah dan yang belum dikuasai anak
5) Mengajarkan tugas-tugas yang belum dikuasai anak
6) Mengajarkan hanya satu tugas untuk waktu tertentu, dan baru mengajarkan tugas selanjutnya bila tugas sebelumnya telah dikuasai anak
7) Melakukan evaluasi untuk menentukan keefektifan program pembelajaran

b. Tahapan-tahapan Belajar
Dalam merancang kegiatan pembelajaran, guru perlu menyadari keberadaan anak dalam tahapan belajar. Ada empat tahapan belajar yang perlu diperhatikan, yaitu :
1) Perolehan (acquisition)
Pada tahapan ini anak telah terbuka terhadap pengetahuan baru tetapi belum secara penuh memahaminya. Anak masih memerlukan dorongan dan pengarahan dari guru.
2) Kecakapan (proficiency)
Pada tahapan ini anak mulai memahami pengetahuan atau ketrampilan tetapi masih perlu banyak latihan.
3) Pemeliharaan (maintenenance)
Anak dapat memelihara suatu kinerja taraf tinggi setelah pembelajaran langsung dan penguatan dihilangkan.
4) Generalisasi (generalization)
Pada tahap ini anak telah memiliki dan menginternalisasikan pengetahuan yang dipelajarinya serta adapat menerapkannya ke dalam berbagai situasi.

c. Implikasi Kesulitan Belajar
Ada beberapa implikasi teori behavioral bagi kesulitan belajar, yaitu:
1) Pembelajaran langsung merupakan pembelajaran yang efektif.
Guru perlu memahami cara melakukan analisis tugas-tugas dari suatu tujuan pembelajaran dan cara menyusun tugas-tugas tersebut secara berurutan. Bagi ABB sangat penting untuk memperoleh pembelajaran langsung dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik.
2) Pendekatan pembelajaran langsung dapat digabungkan dengan berbagai pendekatan lain
Guru dapat menggabungkan pembelajaran langsung dengan pendekatan lain yang didasarkan atas gaya belajar anak dan kesuliatan belajar anak, cara ini akan lebih efektif.
3) Tahapan pembelajaran anak harus dipertimbangkan
Dalam merancang pembelajaran, tahapan belajar anak merupakan konsep yang sangat penting untuk dipahami dan diperhatikan oleh guru. Guru tidak dapat mengharapkan anak belajar secara sempurna pada awal anak diperkenalkan pada suatu bidang baru. Pada ABB diperlukan usaha yang lebih banyak dari guru untul melewati tahapan-tahapan belajar.

1 komentar: