Psikologi behavioral memberikan sumbangan teori-teori penting untuk
mengajar anak berkesulitan belajar.Pusat perhatian teori ini pada
tugas-tugas yang diajarkan dan analisis perilaku yang dibutuhkan untuk
mempelajari tugas-tugas tersebut. Pembelajaran yang bertolak belakang
dari teori ini kadang –kadang disebut pembelajaran langsung(direct
instruction),tetapi ada yg menyebut belajar tuntas (mastery learning),
pengajaran terarah (directed teaching), analisis tugas, atau pengajaran
ketrampilan berurutan (sequential skills teaching). Suatu rekomendasi
dari teori ini adalah guru hendaknya lebih memusatkan perhatian pada
ketrampilan-ketrampilan akademik yang diperlukan oleh anak dar pada
memusatkan pada kekurangan yang menghambat anak untuk belajar.
a. Analisis Perilaku dan Pembelajaran Langsung
Teori-teori behavioral menghendaki agar guru menganalisis tugas-tugas
akademik yang berkenaan dengan berbagai ketrampilan yang mendasari
penyelesaian tugas-tugas tersebut.Pembelajaran merupakan pemberian
bantuan kepada anak untuk menguasai berbagai subketrampilan yang belum
dikuasai.
Dalam pembelajaran langsung suatu perilaku akhir (terminal behavior)
yang diharapkan dari anak dianalisis sehingga menjadi rangkaian
tugas-tugas (task) yang berurutan. Berdasarkan analisis tugas ( task
analysis) tersebut guru melakukan evaluasi terhadap anak untuk
menentukan tugas-tugas yang belum dikuasai dan selanjutnya mengajarkan
tugas-tugas yang belum dikuasai tersebut pada anak.Setelah anak dinilai
mampu memperlihatkan semua perilaku seperti yang dituntut dalam analisis
tugas,semua perilaku tersebut diintregasikan sehingga perilaku akhir
yang diharapkan dapat dicapai. Ada tujuh langkah pembelajaran langsung
menurut Lerner (1988: 175) perlu diikuti:
1) Merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai anak
2) Menganalis tujuan pembelajaran ke dalam tugas-tugas khusus
3) Menyusun tugas-tugas khusus tersebut ke dalam suatu urutan yang logis
4) Menentukan tugas-tugas yang telah dan yang belum dikuasai anak
5) Mengajarkan tugas-tugas yang belum dikuasai anak
6) Mengajarkan hanya satu tugas untuk waktu tertentu, dan baru
mengajarkan tugas selanjutnya bila tugas sebelumnya telah dikuasai anak
7) Melakukan evaluasi untuk menentukan keefektifan program pembelajaran
b. Tahapan-tahapan Belajar
Dalam merancang kegiatan pembelajaran, guru perlu menyadari keberadaan
anak dalam tahapan belajar. Ada empat tahapan belajar yang perlu
diperhatikan, yaitu :
1) Perolehan (acquisition)
Pada tahapan ini anak telah terbuka terhadap pengetahuan baru tetapi
belum secara penuh memahaminya. Anak masih memerlukan dorongan dan
pengarahan dari guru.
2) Kecakapan (proficiency)
Pada tahapan ini anak mulai memahami pengetahuan atau ketrampilan tetapi masih perlu banyak latihan.
3) Pemeliharaan (maintenenance)
Anak dapat memelihara suatu kinerja taraf tinggi setelah pembelajaran langsung dan penguatan dihilangkan.
4) Generalisasi (generalization)
Pada tahap ini anak telah memiliki dan menginternalisasikan pengetahuan
yang dipelajarinya serta adapat menerapkannya ke dalam berbagai situasi.
c. Implikasi Kesulitan Belajar
Ada beberapa implikasi teori behavioral bagi kesulitan belajar, yaitu:
1) Pembelajaran langsung merupakan pembelajaran yang efektif.
Guru perlu memahami cara melakukan analisis tugas-tugas dari suatu
tujuan pembelajaran dan cara menyusun tugas-tugas tersebut secara
berurutan. Bagi ABB sangat penting untuk memperoleh pembelajaran
langsung dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik.
2) Pendekatan pembelajaran langsung dapat digabungkan dengan berbagai pendekatan lain
Guru dapat menggabungkan pembelajaran langsung dengan pendekatan lain
yang didasarkan atas gaya belajar anak dan kesuliatan belajar anak, cara
ini akan lebih efektif.
3) Tahapan pembelajaran anak harus dipertimbangkan
Dalam merancang pembelajaran, tahapan belajar anak merupakan konsep yang
sangat penting untuk dipahami dan diperhatikan oleh guru. Guru tidak
dapat mengharapkan anak belajar secara sempurna pada awal anak
diperkenalkan pada suatu bidang baru. Pada ABB diperlukan usaha yang
lebih banyak dari guru untul melewati tahapan-tahapan belajar.
tambah lagi dong
BalasHapus