Anak
berkebutuhan khusus adalah seseorang yang mengalami/memiliki hambatan secara
signifikan (psikis,social,fisik) didalam pertumbuhan dan perkembangan sehingga
memerlukan layanan khusus. Jadi individu yang tergolong berkebutuhan khusus
membutuhkan pelayanan dan perhatian khusus yang sesuai disbanding anal-anak
normal.
Ada beberapa aspek penyimpanan antara lain:
1.
Penyimpangan dari aspek fisik
·
Tuna netra
·
Tuna rungu
·
Tuna wicara
·
Tuna daksa
2.
Penyimpangan dari aspek psikis
·
Upper (diatas normal)
·
Lower (dibawah normal/tuna grahita)
·
Lambat belajar
·
Anak berkesulitan belajar
3.
Penyimpangan dari aspek social
·
Tuna laras
a. Penyimpangan perilaku
b. Penyimpangan emosi
Untuk membangun
kemandirian ABK cara yang paling bagus yaitu dengan Rehabilitasi. Pengertian
dari rehabilitasi adalah suatu proses bantuan yang diberikan kepada penyandang
cacat atau ABK baik medic, social, keterampilan, dan pendidikan. Proses
rehabilitasi tidak cukup sekali dan mempunyai batas waktu.
Peran dari
provider (orang yang merehabilitasi) besar diawal program sedangkan peran klien
(orang yang direhabilitasi) kecil diawal program. Sebaliknya peran provider
kecil diakhir program sedangkan peran klien besar diakhir program. Maksud dari
semua itu adalah seorang yang berkebutuhan diawal program rehabilitasi sangat
masih membutuhkan peran dari orang yang merehabilitasi, jadi seorang provider
lebih dominan disini. Dan diakhir program seorang yang berkebutuhan sudah harus
dituntut kemandiriannya dan perannya lebih dominan didisini dibandingkan
seorang provider. Jika seorang penyandang cacat sudah bisa mandiri, bantuan
akan berkurang, dan lama kelamaan sudah tidak dibantu.
Tujuan dari
rehabilitasi adalah agar penyandang cacat dapat melakukan fungsi sosialnya
secara wajar dan berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
Ada beberapa
fungsi layanan rehabiitasi:
1. Pencegahan
Dengan rehabilitasi penyandang cacat diharapkan tidak ada cacat lagi
(mendapat kelainan baru).
2. Penyembuhan
Dengan fungsi ini diharapkan ada penyembuhan-penyembuhan tertentu bagi
penyandang cacat.
3. Pengembalian fungsi
Seorang yang dulunya mampu menjadi tidak mampu direhabilitasi sampai sampai
mampu kembali.
4. Pemeliharaan
Fungsi ini digunakan sesudah pengembalian fungsi, jika seorang sudah mampu
mengembalikan kemampuannya harus dijaga agar ketidakmampuannya itu tidak lagi.
Demi keberhasilan dari rehabilitasi harus memperhatikan komponen-komponen
rehabilitasi, karena setiap komponen dari rehabilitasi saling berkaitan.
Komponen-komponen itu antara lain:
1.
Perencanaan
2.
Pelaksanaan
3.
Evaluasi
4.
Bimbingan lanjut
Dengan rehabilitasi
diharapkan seorang penyandang cacat dapat menuju kemandiriannya dan berguna
baik dari sisi ekonomi, social, dan tanggung jawabnya sebagai warga negara.
