Mengemis
Kasih (by _Raihan)
Tuhan Dulu
Pernah Aku Menagih Simpati
Kepada
Manusia Yang Alpa Jua Buta
Lalu
Terheretlah Aku Dilorong Gelisah
Luka Hati
Yang Berdarah Kini Jadi kian Parah
Semalam
Sudah Sampai Kepenghujungnya
Kisah Seribu
Duka Kuharap Sudah Berlalu
Tak Ingin
Lagi Kuulangi Kembali
Gerak Dosa
Yang Mengiris Hati
Tuhan Dosa
ku Menggunung Tinggi
Tapi
Rahmat-Mu Melangit Luas
Harga
Selautan Syukurku
Hanyalah
Setitis Nikmat-Mu Di Bumi
Tuhan Walau
Taubat Sering Kumungkir
Namun
Pengampunan-Mu Tak Pernah Bertepi
Bila
Selangkah Kurapat Pada-Mu
Seribu
Langkah Kau Rapat Padaku
Sedikit refleksi dengan apa yang sudah kita lakukan
selama masa hidup kita. Apakah selama hidup kita ini sudah benar-benar
berbakti kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Ada seorang sahabat dari kaum Ansor
yaitu Sa'ad Bin Muadz yang beliau baru masuk islam pada usia 31 tahun dan
beliau menemui syahidnya pada usia 31 tahun juga. Dan antara hari keislamannya
sampai saat wafatnya telah diisi oleh Sa'ad dengan karya-karya gemilang dalam
berbakti kepada-Nya. Bayangkan, mungkin belum satu tahun genap beliau memeluk
islam tapi benar-benar luar biasa perjuangan jihadnya. perang badar, perang
uhud dan perang khandak telah diterjang dengan kegemilangan bersama
Rasullullah.
Sekarang mari kita tengok sebentar kepada diri kita
dan mari bertanya kepada diri kita. Sudah kau gunakan apa hidupmu selama ini?.
Apakah kau syukur atau kufur?. Apakah kau bisa menghitung nikmat yang diberikan
Allah kepadamu?. Lantas apa yang sudah engkau berikan kepada Allah dan
agamanya?. Sekarang apa yang akan engkau lakukan di sisa masa hidupmu?. Akan
ada perubahan dan perbaikankah?. atau akan masih dalam genangan lumpur
dosa?.
Mari kawan, janganlah menyerah untuk menuju ampunan
dan rahmat Allah SWT. Begitu banyak kegelapan yang menggelayuti kehidupan
manusia. kegelapan yang bertumpuk-tumpuk, di zaman dahulu maupun sekarang, yang
kuno maupun yang baru. Orang yang bahagia adalah orang yang dikeluarkan Allah
SWT dari kegelapan kebatilan menuju cahaya kebenaran.
Dalam kehidupan ini, ada manusia yang tidak memikirkan
akan ke mana akhir yang akan ia tuju. Manusia terkadang lupa, bahwa
keberadaannya di muka bumi ini pasti ada awal dan akhirnya. Saat kita
mampu memahami awal dan akhir hidup di dunia ini, insya Allah segala dinamisasi
kehidupan akan dapat tetap terbaca sesulit apapun. Liku kehidupan adalah
sesuatu yang harus dihadapi, karena hal tersebut adalah untuk menguji kita
apakah kita mampu tetap bisa membaca esensi kehidupan ini.
Oleh
karena itu, wahai orang yang menginginkan hidup bahagia, wahai orang yang amat
tamak dengan kehidupan yang baik, wahai orang yang berharap untuk mengusir
kesedihan, kesusahan, dan penderitaan, Sekarang saatnya harus lari dari
kemunafikan dan kekufuran seperti saat berlari menjauhi singa.
Ya
Allah, bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya', lidah
kami dari kebohongan, dan mata kami dari kemaksiatan. Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar