Kamis, 13 September 2012

Syukur Diawal dan Diakhir


Mengemis Kasih (by _Raihan)

Tuhan Dulu Pernah Aku Menagih Simpati
Kepada Manusia Yang Alpa Jua Buta
Lalu Terheretlah Aku Dilorong Gelisah
Luka Hati Yang Berdarah Kini Jadi kian Parah

Semalam Sudah Sampai Kepenghujungnya
Kisah Seribu Duka Kuharap Sudah Berlalu
Tak Ingin Lagi Kuulangi Kembali
Gerak Dosa Yang Mengiris Hati

Tuhan Dosa ku Menggunung Tinggi
Tapi Rahmat-Mu Melangit Luas
Harga Selautan Syukurku
Hanyalah Setitis Nikmat-Mu Di Bumi

Tuhan Walau Taubat Sering Kumungkir
Namun Pengampunan-Mu Tak Pernah Bertepi
Bila Selangkah Kurapat Pada-Mu
Seribu Langkah Kau Rapat Padaku

Sedikit refleksi dengan apa yang sudah kita lakukan selama masa hidup kita. Apakah selama hidup kita ini sudah benar-benar  berbakti kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Ada seorang sahabat dari kaum Ansor yaitu Sa'ad Bin Muadz yang beliau baru masuk islam pada usia 31 tahun dan beliau menemui syahidnya pada usia 31 tahun juga. Dan antara hari keislamannya sampai saat wafatnya telah diisi oleh Sa'ad dengan karya-karya gemilang dalam berbakti kepada-Nya. Bayangkan, mungkin belum satu tahun genap beliau memeluk islam tapi benar-benar luar biasa perjuangan jihadnya. perang badar, perang uhud dan perang khandak telah diterjang dengan kegemilangan bersama Rasullullah. 
Sekarang mari kita tengok sebentar kepada diri kita dan mari bertanya kepada diri kita. Sudah kau gunakan apa hidupmu selama ini?. Apakah kau syukur atau kufur?. Apakah kau bisa menghitung nikmat yang diberikan Allah kepadamu?. Lantas apa yang sudah engkau berikan kepada Allah dan agamanya?. Sekarang apa yang akan engkau lakukan di sisa masa hidupmu?. Akan ada perubahan dan perbaikankah?. atau akan masih dalam genangan lumpur dosa?. 
Mari kawan, janganlah menyerah untuk menuju ampunan dan rahmat Allah SWT. Begitu banyak kegelapan yang menggelayuti kehidupan manusia. kegelapan yang bertumpuk-tumpuk, di zaman dahulu maupun sekarang, yang kuno maupun yang baru. Orang yang bahagia adalah orang yang dikeluarkan Allah SWT dari kegelapan kebatilan menuju cahaya kebenaran.
Dalam kehidupan ini, ada manusia yang tidak memikirkan akan ke mana akhir yang akan ia tuju. Manusia terkadang lupa, bahwa keberadaannya di muka bumi ini pasti ada awal dan akhirnya.  Saat kita mampu memahami awal dan akhir hidup di dunia ini, insya Allah segala dinamisasi kehidupan akan dapat tetap terbaca sesulit apapun. Liku kehidupan adalah sesuatu yang harus dihadapi, karena hal tersebut adalah untuk menguji kita apakah kita mampu tetap bisa membaca esensi kehidupan ini.
Oleh karena itu, wahai orang yang menginginkan hidup bahagia, wahai orang yang amat tamak dengan kehidupan yang baik, wahai orang yang berharap untuk mengusir kesedihan, kesusahan, dan penderitaan, Sekarang saatnya harus lari dari kemunafikan dan kekufuran seperti saat berlari menjauhi singa.
Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya', lidah kami dari kebohongan, dan mata kami dari kemaksiatan. Amin.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar