Sholat
adalah ibadah wajib bagi semua umat muslim. Sholat juga adalah pembeda antara
orang muslim dan kafir. “Perjanjian antara kami dan
mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat, barangsiapa meninggalkannya maka
dia kafir.” (HR.
Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah dengan sanad yang shahih
dari Buraidah Al Aslami). Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya batasan antara seseorang
dengan kekafiran dan kesyirikan adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan shalat,
maka ia kafir” (HR Muslim no. 978)..
Sholat
juga merupakan kewajiban utama setelah dua kalimat syahadat dan juga termasuk rukun
iman. Rasulullah shallallahu
alaihi wa salam bersabda, “Islam itu
dibangun di atas lima perkara, yaitu: bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya
Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat,
mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Romadhon.” (HR Muslim no. 16)
Dan jangan lupa jika sholat adalah tiang agama
serta amalan pertama yang akan di hisab di yaumul akhir. Diriwayatkan dari Mu’adz bin
Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya
(penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2825.).
Rasulullah SAW : "Amalan
seorang hamba yang paling pertama dihisab di
hari Kiamat adalah sholat, jika sholatnya baik maka baik pula seluruh
amalannya,
dan jika shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalannya." (HR.
Ath-Thabarani)
Sebagai seorang
muslim yang bertanggung jawab dengan keberadaannya di bumi, seharusnya harus
paham dengan tugas-tugas keislamannya. Sholat yang merupakan ibadah wajib
seringkali diposisikan hanya sebagai rutinitas tanpa ada pemaknaan yang baik
disana. Bahkan lebih ekstrim ada yang sudah tidak lagi mempedulikan sholatnya
atau malah melupakannya. Jangan sampai kita menjadi generasi yang demikian sebagaimana
firman Allah SWT :
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang
menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan nafsunya, maka kelak mereka akan
menemui kesesatan." (Maryam : 59) Selanjutnya dalam ayat
lain ditegaskan : "Barang siapa yang menjaga sholat
maka ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan di Hari Kiamat, dan
barang siapa yang tidak menjaga sholatnya maka dia tidak akan mendapatkan
cahaya, petunjuk dan keselamatan, dan pada Hari Kiamat dia akan bersama Qarun,
Fir'aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf."(Diriwayatkan oleh Ahmad,
Ath-Thabarani dan Ibnu Hibban dengan sanad yang baik, jayyid.)
Tapi tidak baik jika tidak mengintrospeksi sholat
yang selalu dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar perbaikan pada diri bisa terus
terjaga dan agar tidak celaka pada akhirnya. Sudahkan sholat kita baik. ataukah
malah lalai akan sholat kita?. Ataukah kita tetap melakukan dosa meskipun kita
tetap sholat?.
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat,
(yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya." (Al-Ma'un : 4 - 5).
Tapi sangat disayangkan bila shalat hanya dijadikan sebagai ibadah rutin
yang dilakukan dengan terpaksa. Banyak sekali realitanya oleh sebagian Umat Islam yang
melaksanakan shalat sebatas untuk menunaikan kewajiban, bukan sebagai kebutuhan.
Agar ada semangat tambahan ketika melakukan sholat, maka harus
paham ilmunya. Termasuk juga harus tahu keutamaan dan balasan jika tidak
melakukannya. Berikut ini keutamaan mengerjakan shalat
:
1) Mendapatkan cinta dan
ridho Allah
Orang
yang mengerjakan shalat berarti menjalankan perintah Allah, maka ia pantas
mendapatkan cinta dan keridhoan Allah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah (wahai muhammad): “Jika
kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mencintai dan
mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)
2) Selamat dari api neraka
dan masuk kedalam surga
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan
Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat
kemenangan yang besar.”(QS. Al Ahzab: 71). Syaikh Abu Bakr Jabir Al
Jazairi Rahimahullahu ta’ala berkata, “Yang dimaksud dengan kemenangan dalam
ayat ini adalah selamat dari api neraka dan masuk kedalam surga” (Aisirut Tafasir, Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairi
Hafidzhahullahu, Asy Syamilah). Dan melaksanakan sholat termasuk mentaati
Allah dan Rasul-Nya.
3) Pewaris surga Firdaus dan kekal
didalamnya
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh beruntung orang-orang yang
beriman … dan orang-orang yang memelihara sholatnya mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan
mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al
Mu’minun: 1-11)
4) Pelaku shalat disifati sebagai seorang muslim yang beriman dan bertaqwa
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kitab (Al Quran) ini tidak ada
keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang
beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian
rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al Baqarah: 2-3)
5) Akan mendapat ampunan dan pahala yang besar
dari Allah
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan
yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang
tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan
perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan
perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan
perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak
menyebut (nama) Allah, ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab: 35)
6) Shalat tempat meminta pertolongan kepada Allah sekaligus ciri orang yang khusyuk
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Jadikanlah sabar dan shalat
sebagai penolongmu. dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh
berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al Baqarah: 45)
7) Shalat mencegah hamba
dari Perbuatan Keji dan Mungkar
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Bacalah apa yang telah diwahyukan
kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat
itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya
mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat
yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45)