"But I always
wondered, and I will never stop wondering .. this is just a little story about
a handful of freshness and darkness. then began to swim in a sea of undergrowth"
Setiap detik kehidupan yang sudah ditakdirkan bukanlah
untuk disesali. Tapi rasa syukur harus senantiasa terucap dan terlaksana. Bersyukur
dengan pagi baru yang akan dijalani dan tidak ada rasa penyesalan dengan hari
kemarin. Serta juga tidak khawatir dengan masa depan kita.
Adanya iman seharusnya berjalan lurus dengan rasa
keberanian, optimis dan ketidakputusasaan. Siap memulai hidup baru dan siap
untuk menerima berbagai kritik yang membangun diri.
Hari ini yang dijalani, hari esok yang dihadapi. Keadaan dan
kemampuan yang dimiliki saat ini, serta kondisi dan situasi lingkungan yang
mungkin tidak bersahabat sesungguhnya merupakan pilar-pilar yang akan membangun
masa depan kita.
Menghargai segala proses yang tertakdirkan. Hal itu
sebagai pemecut agar tetap bisa memandang positif hidup ini. Maka tidak ada
alasan untuk menunggu, menunda dan malas. Karena waktu terus berjalan dan momentum
itu tidak datang dengan sendirinya.
Kadangkala kita berpikir untuk membuat sebuah momentum
tertentu kita harus menunggu momentum yang lain (eksternal) datang terlebih
dahulu. Contohnya ketika kita inigin memperbaiki diri harus menunggu sampai
tahun baru datang. Atau lagi ketika kita ingin menjadi pembelajar giat kita
menunggu sampai mempunyai meja belajar yang bagus.
Satu hal yang perlu diingat adalah momentum perbaikan
diri yang diawalai dengan azam kuat dari dalam diri akan senantiasa mengalir
dalam darah. Atau bahasa mudahnya lebih tahan lama. Hal-hal diluar (eksternal)
hanya sebagai tambahan pemicu saja.
Membuat momentum yang diawali dengan kesadaran yang lahir
dari luasnya berpikir, modifikasi positif perasaan dan penjiwaan yang mendalam. Mungkin hal-hal
itu adalah cerminan kesegaran yang teraih dalam
setiap rasa kebahagiaan, optimisme
dan keberanian.
Akan lebih penting jika setiap kita mendapatkan inspirasi
kesegaran harus segera bergerak agar tidak menguap. Sebab jika kesegaran itu
menguap maka pasti inspirasi itu hanya akan menjadi penghias angan-angan kosong
pikiran saja.
Perlunya manajemen kesegaran adalah solusi kongkrit
bagaimana melakukannya. Salah satu kuncinya adalah menjaga kedisiplinan
rutinitas. Kedisiplinan rutinitas disini dalam artian segala pekerjaan yang
sifatnya kewajiban. Misalnya tepat waktunya sholat atau terjaganya jadwal
membaca Al Quran atau buku dsb. Hal-hal itu akan menjaga kondisi tubuh ini agar
selalu siap siaga untuk menangkap kesegaran. Rutinitas yang posifit dan
bermanfaat.
Program lain yang agaknya perlu dilakukan adalah menjalin
komunikasi atau persahabatan dengan orang lain. Bukan sembarang bersahabat atau
berkomunikasi. Tapi setiap orang itu adalah inspirasi. Orang yang bervisi akan
lebih berharga untuk diajak berpatner dari pada orang yang hanya berangan
kosong tanpa aksi. Atau lagi orang optimis akan lebih berharga daripada orang
yang sering galau tak jelas. Berbagai contoh diatas bermaksud agar kita dalam
pertemanan yang terprogres harus pilih-pilih siapa orang yang ingin kita
jadikan sahabat karib. Sebab kadang kala dan tidak dapat terpungkiri kita
terbentuk oleh lingkungan. Dengan siapa kita bergaul itulah kita. Tapi kita
juga tidak boleh menjauhi teman-teman yang mungkin dalam benak kita dapat
mempengaruhi kepositivan hidup. Sebab kita harus take and give. Selain kita mencari tapi kita juga harus menebarkan
dan membagi. Siapa tahu kita malah juga dijadikan oleh teman-teman tersebut
sebagai seorang inspirator.
Untuk menjaga keselarasan antara disiplin rutinitas dan
komunikasi atau persahabatan tersebut, ada yang juga perlu diperhatikan lagi. Ini
masalah tentang menjaga perkataan. Setiap kata yang pernah terucap mungkin itu
pernah juga menyakiti teman atau orang lain. Atau bahkan bisa membuat
permusuhan dari kata-kata tersebut. Berhati-hati dalam berucap adalah harus
agar bisa menjaga persepsi dan kepositifan orang lain terhadap diri kita.
Berhati-hati dalam berkata otomatis akan menunjang
kemampuan dalam berfikir kita. Kita akan semakin terstimulasi untuk maju dan
berkembang. Dan kemudian rasa optimis dan keberania akan menyelarasi hal
tersebut. Kita jangan memposisikan berhati-hati dalam berkata ini untuk agar
kita selalu diam dalam segala apapun. Tapi berhati-hati dalam berkata ini
haruslah membuat kita untuk hanya berkata yang bermanfaat dan benar saja. Karena
pasti kita tahu jika kebermanfaatan apa saja dari kita pasti juga mempunyai
efek untuk kebermanfaatan selanjutnya.
Berkata yang bermanfaat dan benar sebenarnya lahir dari
pemikiran yang sehat, perangai yang seimbang
dan jiwa yang sempurna. Perkataan orang-orang yang demikian pasti akan
selalu didengarkan dan kemungkinan besar juga akan mengabadi. Contohnya seperti
ketika membaca dan mengamalkan inspirasi kisah-kisah generasi Rasul dan para sahabat.
Saat-saat seperti itu seperti mereka masih hidup meskipun kita tahu bahwa
mereka sudah tidak lagi di dunia. Kemurnian watak dari mereka menjadi kisah dan
inspirasi bagi generasi selanjutnya.
Maka dalam meraih kesegaran dalam apapun kita juga harus
mendapatkan contoh dan teladan yang sempurna. Dan jawabannya adalah para nabi
dan rasul serta juga sahabat dan para tabiin yang mulia. Ada banyak inpirasi
kesuksesan dari mereka. Pemaknaan yang baik juga akan membantu dalam memahami
jalan-jalan kehidupan yang dahulu dan sekarang.
Tapi terkadang mungkin kita juga berpikir untuk
mendapatkan inpirasi segar laiinya yang bisa didapatkan di zaman ini. Maka perlunya
kita sering mendatangi majelis ilmu serta juga pandai memaknai alam ini. Para ulama,
ustadz dan mubaligh akan membimbing kita memahami berbagai nilai-nilai kehidupan.
Membaca kisah-kisah orang yang sukses di zaman modern untuk kita ambil
inspirasi ilmunya agaknya juga diperlukan.
Kehidupan memang akan selalu berjalan tapi jangan sampai
kita tergilas olehnya karena kemalasan dan penundaan yang kita lakukan. Semoga kita
semua termasuk orang-orang yang selalu membuat perbaikan diri dalam berbagai
kondisi yang menghampiri kita. Berdoa dengan khusuk dan sabar bisa membantu
untuk menguatkannya.
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar